Sidat Digemari Di Jepang Karena Khasiatnya

Sekilah Tentang Sidat

Sidat (Anguilla sp.) atau di daerah dikenal sebagai pelus atau sogili, merupakan jenis komoditi perikanan yang hidup di perairan tawar dan perairan asin (payau). Ikan sidat termasuk dalam kategori ikan katadromus, ikan sidat dewasa akan melakukan migrasi kelaut untuk melakukan pemijahan, sedangkan anakan ikan sidat hasil pemijahan akan kembali lagi ke perairan tawar hingga mencapai dewasa. Ikan sidat termasuk dalam genus Anguilla, famili Anguillidae, seluruhnya berjumlah 19 spesies. Wilayah penyebarannya meliputi perairan Indo-Pasifik, Atlantik dan Hindia. Ikan sidat merupakan ikan nokturnal, sehingga keberadaannya lebih mudah ditemukan pada malam hari, terutama pada bulan gelap. Bleekerdalam Liviawaty dan Afrianto (1998), mengatakan bahwa ikan sidat mempunyai klasifikasi sebagai berikut :
Phylum : Chordata
Class : Pisces
Ordo : Apodes
Famili : Anguillidae
Genus : Anguilla
Spesies :Anguilla sp.


Diincar Pasar Jepang
Benih ikan sidat yang bisa hidup di air tawar dan asin itu ternyata menjadi incaran pengusaha perikanan Jepang karena harganya yang terbilang wah dan bisa mengucurkan yen ke kantong. Ambil contoh, ikan sidat jenis marmorata. Untuk membeli satu kilogramnya saja, Anda harus menyediakan uang setidaknya Rp 300.000.

Namun, ada juga 5 jenis ikan sidat lainnya yang salah satunya dijual seharga Rp 150.000 per kg, yakni jenis bicolor. Benihnya banyak ditemukan di perairan Palabuhan Ratu, Jawa Barat. Sampai saat ini, manusia belum bisa melakukan pemijahan terhadap benih ikan sidat tersebut. Pasalnya, ikan ini mensyaratkan pemijahan dilakukan di perairan laut dalam setelah benur lahir dan menjadi benih. Biasanya anakan sidat akan berenang ke muara sungai.

Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi. Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram. Masih banyak lagi kandungan zat ajaib yang terkandung dalam tubuh sidat. Tak heran, di Eropa, Amerika, Taiwan, dan Jepang, konsumsi ikan sidat cukup tinggi.

Kebutuhan dunia akan sidat saat ini sekitar 300.000 ton. Dan, khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Memang, Negeri Matahari Terbit juga membiakkan ikan jenis ini. Hanya, kini 75% di antaranya kudu diimpor lantaran benih di perairan Jepang kian menurun. Hebatnya lagi, dari 18 spesies sidat di dunia, tujuh di antaranya ada di Indonesia. Malah, diduga, nenek moyang ikan mirip belut ini berasal dari perairan Sulawesi.

Makan ikan sidat atau dikenal dengan Unagi, bukanlah makanan biasa, tetapi termasuk termahal di resetoran Jepang sehingga bila kita dijamu dengan hidangan makanan tersebut, menunjukkan kita sebagai tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan makanan bagi pertemuan pembisnis besar dan terkenal atau tokoh tokoh penting . Karenanya yang terlibat dalam bisnis sidat disana adalah perusahaan besar multi nasional seperti Mitsui, Marubeni, Ssasakawa dan lainnya dan perusahaan ini baru mau bekerjasama bila kita mampu memasok kontrak diatas 5.000 ton pertahun .

Indonesia hingga saat ini belum mampu berbuat, walau ada 3 wilayah khusus di perairan kita sebagai tempat pengembangan telur ikan sidat yaitu Poso, Sorong Barat dan Pelabuhan Ratu.

Ikan yang menjadi santapan kalangan elite di Jepang ini kini semakin diminati pebisnis di Indonesia. Apalagi dengan terbukanya pasar ekspor sidat ke negara-negara Asia Timur (Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang). Kini, permintaan sidat sangat tinggi baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Sayangnya permintaan yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan pasokan. Beberapa supermarket besar di Jakarta masing-masing membutuhkan sidat segar 3 ton perbulan sementara yang terpenuhi baru 10 persennya, inipun pasokannya tidak kontinyu. Ini belum terhitung kebutuhan restoran dan perusahaan-perusahaan pengolah hasil perikanan.

Besarnya permintaan pasar khususnya jepang akan bibit maupun sidat ukuran konsumsi menjadi sebuah peluang usaha yang potensial bagi kita sebagai Mahasiswa lulusan perikanan. Semoga kita dapat memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya, dan tentunya saling kerja sama merupakan langkah investasi bagi kita semua yang ingin membangun dunia perikanan bersama selain untuk saling mempererat silaturahmi.


Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
Baca Selengkapnya...

Kami Bersama [ Moment Kumpul-Kumpul ]

Baca Selengkapnya...

Paul Si Gurita Dihargai 1 Milyar Lebih


Siapa itu Paul si Gurita?
Masih ingatkah dengan gambar diatas? yak..dialah Paul si Gurita yang secara fenomenal mengejutkan dunia karena beberapa prediksi pada beberapa pertandingan sepakbola (khususnya yang melibatkan tim panser Jerman)secara tepat dapat di tebak tim mana yang akan memenangi pertandingan. Dunia semakin dikejutkan oleh prediksi paul selama piala dunia 2010 di Afrika Selatan. Meskipun apabila dilihat dari karir dalam soal memprediksi pertandingan, Paul telah menunjukkan ketepatan dalam menebak tim pemenang sejak tahun 2008 atau tepatnya sejak piala Eropa (EURO CUP) yang diadakan di Swis dan Austria.

Sejarah Hidup Paul si Gurita
Paul merupakan jenis gurita pada umumnya (Octopus vulgaris) yang merupakan salah satu jenis gurita yang paling sering menjadi objek penelitian. Gurita jenis Octopus vulgaris banyak ditemui di perairan laut Mediterania, pantai selatan Inggris dan beberapa bagian pantai di Senegal. Akan tetapi gurita jenis ini juga terkadang ditemukan di sekitar kepulauan Canary dan Cape Verde. Beberapa sumber di Eropa menyebutkan bahwa Paul merupakan hasil penetasan telur gurita yang ada di Sea Life Center di Weymouth, Inggris yang kemudian dipindahkan ke pusat kota Oberhausen di Jerman. Tapi ada juga sumber lainnya seperti stasiun berita ESPN yang mengutip sebuah pers release berbahasa Italia yang menyebutkan bahwa Paul adalah gurita yang berhasil ditangkap oleh nelayan di kepulauan Elba pada bulan April 2010. Apabila kita mengacu pada ESPN, kita dapat menyimpulkan bahwa Paul pada piala dunia 2010 merupakan paul yang berbeda dengan yang ada pada waktu Piala Eropa 2008. Apakah demikian?

Harga Paul lebih mahal dari harga Kaviar
Setalah beberapa prediksi yang tepat pada beberapa pertandingan di piala dunia 2010 (baik yang melibatkan tim Jerman ataupun tidak melibatkan tim Jerman) , banyak hal-hal unik yang berkaitan dengan keberadaan paul dan menyangkut harga si Paul itu sendiri. Bagi publik Jerman, keberadaan Paul sangat memberikan harapan besar bagi kemenangan tim panser Jerman. Namun hal tersebut kemudian berubah seiring dengan ketidak terpihakan prediksi paul pada pertandingan semifinal antara Spanyol vs Jerman. Pada pertandingan tersebut, Paul memprediksikan bahwa tim panser akan tersingkir dari ajang piala dunia. Ternyata prediksi itupun benar, sehingga memunculkan berbagai reaksi publik Jerman untuk mempensiunkan si Paul. Bahkan ada seorang chef restauran Jerman yang memposting resep masakan bagaimana cara memasak dan menghidangkan Gurita secara lezat lewat account jejaring sosialnya. Hal ini ditanggapi oleh Perdana Menteri Spanyol José Luis Rodríguez Zapatero yang berseloroh ingin mengirimkan pasukan khusus guna menjaga Paul dari amukan masyarakat Jerman.Namun seiring dengan reaksi masyarakat Jerman yang cenderung kontra terhadap keberadaan Paul, ternyata memberikan dampak luarbiasa terhadap harga si Gurita tersebut. Seorang pebisnis asal Spanyol beberapa waktu lalu telah mengungkapkan minatnya untuk menyewa si Gurita untuk dijadikan tontonan dalam festival seafood di Spanyol dan dia menyanggupi untuk membayar seharga 30.000 Euro, namun hal ini langsung di tolah oleh pihak Sea Life Center. Dan beberapa hari ini beredar isu bahwa seorang bandar judi "Bet Legue" Rusia Oleg Zhuravsky berminat untuk membeli Paul seharga 100.000 Euro atau lebih dari 1 Milyar Rupiah, tapi lagi-lagi ditolak oleh Sea Life Center. Sungguh sebuah nilai yang sangat fantastis untuk satu ekor Gurita. Mungkin kalau boleh sedikit hiperbolis, harga Paul lebih mahal dari harga Kaviar yang hanya beberapa puluh juta saja.

Hasil Prediksi Paul
PIALA EROPA 2008 (SWIS-AUSTRIA)


PIALA DUNIA 2010 (AFRIKA SELATAN)


PUTARAN FINAL PIALA DUNIA 2010 (AFRIKA SELATAN)



Keberadaan Paul sungguh fenomenal dan tentunya sedikit menggelitik khususnya apabila kita melihat dari perkembangan teknologi yang sangat pesat masyarakat Eropa khususnya Jerman. Ternyata yang namanya hal-hal berbau klenik tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang mempercayainya. Mungkin sebagai masyarakat perikanan pada umumnya sebenarnya ada satu hikmah tersendiri bagi kita semua. Betapa berpengaruhkan sebuah produk perikanan apabila dapat memberikan sesuatu yang positif bagi masyarakat. Kitapun bisa mendapatkan sebuah inspirasi untuk menghasilkan produk-produk perikanan yang memiliki dampak fenomenal bagi kemajuan pangan dunia. Meskipun nantinya dampaknya tidak seperti Paul si Gurita yang mampu menyihir dan memberikan euforia karena prediksinya, namun setidaknya kita dapat menyuguhkan sebuah produk sumber pangan baru yang bernilai gizi tinggi yang nantinya akan dibutuhkan oleh semua masyarakat dunia sehingga tidak hanya memberikan efek euforia tapi dapat memberikan efek kenyang dan bergizi :)

Source : wikipedia.com
Baca Selengkapnya...

Peningkatan Ekspor Ikan Di Triwulan Pertama 2010

Eskpor komoditi hasil perikanan pada triwulan pertama tahun 2010 menunjukan peningkatan sebesar 3,26 ribu ton atau, 3,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2009. Kenaikan tersebut menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, M. Syamsul Maarif didominasi oleh produk komoditas ikan segar baik perikanan tangkap maupun budidaya yang mengalami peningkatan hingga 2,45 ribu ton. Secara keseluruhan, nilai perdagangan komiditas hasil perikanan yang diperoleh mencapai USD 621,8 juta atau meningkat 7,09 persen dibanding triwulan pertama tahun lalu.

Syamsul menyatakan, peningkatan ekspor terbesar dihasilkan dari komoditas lemak dan minyak ikan yang meningkat hampir mencapai 3000 persen dari 2,26 ribu kilogram menjadi 69,38 ribu kilogram. Meski secara keseluruhan nilai eskpor mengalami peningkatan, namun terdapat beberapa komoditas perikanan seperti udang tidak beku, udang beku, udang kaleng, tuna segar, tuna cakalang beku, kepiting kaleng, paha kodok, siput/bekicot dan hasil perikanan lainnya yangmengalami penurunan dalam nilai. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi neraca ekspor karena masih dapat ditutupi oleh kenaikan nilai beberapa komoditi utama seperti tuna kaleng, ikan lainnya dalam kaleng dan beberapa komoditi utama lainnya. Sedangkan untuk volume ekspor, terdapat komoditas yang mengalami penurunan yaitu udang beku, udang kaleng serta siput/bekicot.

Untuk negara tujuan ekspor, Jepang masih menjadi pasar utama Indonesia dengan kenaikan volume dan nilai terbeser dibandingkan dengan tujuan lainnya yakni sebesar 12.91 persen dan 4 persen dibandingkan triwulan pertama tahun 2009. Untuk benua Afrika peringkat teratas adalah Ghana dengan kenaikan sebesar 8.27 persen untuk volume dan 105 persen untuk nila. Benua Australia peringkat teratas adalah Selandia Baru, di Benua Amerika adalah Chile sebagai peringkat teratas, sementara Inggris merupakan tujuan ekspor terbesar di Benua Eropa.

Namun demikian, peningkatan ekpor hasil perikanan juga diikuti peningkatan volume dan nilai impor komoditi perikanan pada triwulan pertama tahun 2010 dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2009. Meski secara umum impor komoditas perikanan mengalami peningkatan sebesar 3,83 ribu ton, tetapi komoditas makanan udang mengalami penurunan volume sebesar 80 persen dan 87 persen penurunan nilai.
source : dkp.go.id Baca Selengkapnya...

Kumpulan Foto BDP 03

Kami Bersama
Wisuda
Personal at Work
Great Moment Baca Selengkapnya...

Siapakan BDP 03?

Sebelumnya kami sampaikan banyak terima kasih atas kunjungan ke blog kami ini. Suatu kehormatan bagi kami atas minat saudara untuk sekedar melihat isi ataupun membaca dan menghayati postingan yang kami suguhkan.

Blog ini merupakan suatu sarana komunikasi dan informasi yang kami khususkan bagi semua mahasiswa Jurusan Perikanan Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Diponegoro Semarang, Angkatan 2003 baik yang masih aktif (masih berjuang untuk menyelesaikan skripsi) maupun yang telah diwisuda dan saat ini telah mengejar cita-cita di dunia kerja. Namun kami tidak menutup diri bagi siapa saja baik yang secara sengaja maupun tidak disengaja berkenan mampir ke blog kami.

Sebagai sebuah sarana komunikasi dan informasi, kami berharap dapat memberikan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi semua pengunjung tanpa terkecuali. Meskipun pada dasarnya blog ini secara khusus kami dedikasikan bagi semua teman-teman satu angkatan dan program studi. Dan sesuai dengan bidang yang kami tekuni dan pelajari selama berada dalam lingkup studi di kampus Perikanan Universitas Diponegoro, mungkin takkan heran jika isi dari postingan kami lebih condong ke arah pokok bahasan mengenai dunia perikanan baik yang secara real telah kami terapkan sendiri maupun yang masih sebatas teoritis dan sedang dalam perencanaan. Akan tetapi kamipun mencoba untuk lebih menyuguhkan artikel-artikel yang variatif tidak terbatas hanya di bidang perikanan saja.

Untuk itu, segala masukan dan saran sangatlah membantu dalam memkordinasi semua ide yang dapat kami gunakan demi kelangsungan blog ini dan inspirasi untuk menyediakan postingan yang berbobot.Sekali lagi, kami sampaikan terima kasih atas kunjungannya. Semoga apa yang saudara dengar dan lihat didalam blog kami, dapat memberikan suatu manfaat bagi anda sekalian.

Hormat Kami,

Admin. Baca Selengkapnya...